6 Mitos Gunung Lawu, Ada Pasar Setan Didalamnya Bikin Merinding

Film12 views

Nama Gunung Lawu tentunya tidak asing lagi di telinga para pecinta alam atau anak gunung. Terutama bagi para pendaki pastinya mereka sudah tidak heran mendengar berbagai mitos menyeramkan yang menyelimuti Gunung Lawu.

Gunung di Pulau Jawa ini terletak diantara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah), Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur). Menariknya karena terletak di perbatasan Kabupaten, wilayah yang termasuk gunung berapi ini juga memiliki tiga puncak yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan puncak tertinggi bernama Hargo Dumilah. Selain itu, ada juga sejumlah destinasi wisata alam menarik lainnya.

Selain memiliki destinasi wisata dan tiga puncak, Gunung Lawu pun menyimpan segudang misteri. Konon, gunung ini disebut – sebut sebagai sarangnya para makhluk gaib atau makhluk astral. Berikut sejumlah mitos Gunung Lawu yang menarik untuk diketahui :

  1. Pasar Setan

Konon, Gunung Lawu pun dikenal dengan keberadaan pasar setan. Mitos itu juga menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, terutama di kalangan para pendaki. Tidak sedikit orang yang pernah mendaki ke Gunung Lawu, mereka bercerita pernah mendengar suara bising atau keramaian layaknya seperti di pasar. Namun itu hanyalah suara, karena penampakannya tak kasat mata.

  • Pusat Kegiatan Spiritual di Tanah Jawa

Gunung Lawu juga menyimpan misteri pada masing – masing tiga puncak utamanya dan menjadi wilayah yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Konon, gunung ini menjadi pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa serta berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.

  • Dilarang Berkata dan Berperilaku Sembrono

Bagi para pendaki pastinya sudah asing lagi dengan pantangan atau larangan saat mendaki Gunung Lawu. Setiap pendaki yang ingin mengunjungi wilayah tersebut harus memahami dan mematuhi aturan yang ada.

Misalnya, dilarang berkata kasar, merusak alam, hingga berbuah tak senonoh sangat dilarang. Jika ada orang yang melanggarnya, maka konon akan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan seperti diikuti sosok tidak kasat mata.

  • Diikuti Makhluk Gaib Penunggu Gunung Lawu

Bagi pendaki yang kebetulan, maka akan diikuti penunggu Gunung Lawu. Bahkan beberapa orang pun sempat melihat tanda – tanda keberadaannya. Contohnya yang dialami oleh Dzawin Nur Ikram, stand up comedian yang melakukan pendakian hanya berdua bersama temannya. Saat tiba di pos 4 tepatnya pukul 20.00 WIB, hawanya terasa berbeda.

Untuk melawan rasa takutnya, ia dan temannya masuk ke dalam tenda dan mendengarkan lagu Kangen Band sekencang – kencangnya. Konon, pos 4 merupakan tempat paling angker dan jarang ada pendaki yang berani mendirikan tenda di sana.

  • Tempat Ritual Malam 1 Suro

Gunung Lawu pun sering dijadikan tempat ritual pada malam 1 suro atau saat malam pergantian Tahun Baru Islam, 1 Muharram. Sebagian orang biasanya akan melakukan berbagai ritual di Gunung Lawu.

Kegiatan yang biasa dilakukan disana pada malam 1 suro mulai dari hanya sekedar berziarah ke spot – spot yang disakralkan hingga bersemedi dan berdoa memohon kelancaran rezeki ataupun kesuksesan karier.

  • Warung Tertinggi di Pulau Jawa

Selain terkenal dengan mitos pasar setannya, di dekat puncak Gunung Lawu juga ada warung yang disebut – sebut sebagai warung tertinggi di Pulau Jawa. Penunggu warung tersebut bernama Mbok Yem, seorang wanita paruh baya. Banyak yang heran, mengapa ia bisa mendirikan warung dan bagaimana cara mengangkut barang – barang ke atas. Keberadaan warung tersebut sudah menjadi ‘surga’ bagi para pendaki. Di warung Mbok Yem tersedia berbagai makanan seperti gorengan, mie rebus, hingga camilan lainnya.