by

Dokter Spesialis Saraf di Tangerang: Mengulas Tentang Gejala dan Cara Menjaga Saraf dengan Baik

Semua sistem dalam tubuh manusia saling terhubung dengan saraf. Sistem ini terdiri atas otak, organ-organ sensorik, sumsum tulang belakang dan berbagai saraf yang saling terhubung dengan seluruh organ tubuh. Sistem saraf memiliki tugas dalam melakukan koordinasi untuk tindakan dalam tubuh sebagai pengirim sinyal dari berbagai bagian tubuh lainnya. Organ dalam tubuh saling bertanggungjawab untuk mengendalikan tubuh serta berkomunikasi dengan bagian-bagiannya. Sistem saraf yang terdapat dalam tubuh manusia terdiri atas saraf pusat dan tepi. Dokter spesialis saraf di Tangerang menjelaskan bahwa saraf pusat manusia termasuk otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan saraf tepi merupakan saraf somatik dan otonom.

Otak merupakan mesin dalam mengendalikan fungsi tubuh termasuk memori, kesadaran, pikiran maupun gerakan. Sumsum tulang belakang memiliki hubungan dengan otak dari batang otak lalu menuju ruas tulang belakang sebagai pembawa informasi dari berbagai bagian tubuh manusia menuju otak lalu sebaliknya. Neuron merupakan sebuah blok sel dalam membangun sistem saraf pusat yang memiliki miliaran sel dan ditemukan pada seluruh tubuh dan berkomunikasi dengan yang lainnya untuk menghasilkan tindakan fisik maupun respon. Untuk saraf somatik dengan fungsi sebagai pengambil informasi sensorik dari organ perifer menujunya sistem saraf pusat. Kondisi ini membuat seseorang saat memegang termos panas akan menggerakkan tangan untuk menghindari memegangnya.

Berikut adalah gejala jika mengalami kerusakan saraf:

  • Mulai merasakan kebas maupun mati rasa yang menyebar di organ tangan dan kaki, gejala ini biasanya muncul ketika sedang tidur dan bersifat sementara, jika terasa berulang dan dalam waktu lama maka sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.
  • Sulit bergerak merupakan kondisi penurunan aliran dalam tubuh pada tubuh menyebabkan kekakuan, jika terjadi kerusakan saraf maka terjadi pada saraf motorik penyebab utama terjadinya kelumpuhan.
  • Kaki terasa sering mengalami nyeri secara menerus, mulai merasakan panas, mulai merasakan kesemutan yang terjadi pada bagian punggung bagian bawah dan menuju bagian kaki sehingga jika saraf siatik sedang tertekan maka akan membuat kerusakan semakin parah.
  • Terjadi kehilangan keseimbangan yang menyebabkan tanda-tanda Parkinson yaitu kerusakan yang terjadi pada sel saraf pada otak.

Selain itu, tanda kerusakan saraf adalah mulai sering buang air kecil yang terjadi ketika melahirkan anak secara normal atau memiliki penyakit diabetes. Sering merasakan sakit kepala berulang dan dalam waktu lama maka menandakan seseorang sedang mengalami gangguan occipital neuralgia yaitu kondisi yang dapat terjadi jika merasakan saraf terjepit pada leher sehingga perlu memeriksakan saraf. Jika penderita mengeluarkan keringat berlebih tanpa adanya kegiatan maka sinyal informasi dalam saraf dapat membawa informasi dari otak menuju kelenjar keringat yang terganggu.

Berikut adalah cara menjaga kesehatan saraf diantaranya:

  • Olahraga teratur agar tetap menjaga tubuh tetap bugar dengan melakukan olahraga ringan setidaknya 10 hingga 15 menit pada pagi dan sore hari.
  • Hindari pekerjaan yang membuat tubuh melakukan gerakan berulang, hal ini dapat memicu terjadinya gangguan terlebih jika gerakan yang terus diulang adalah untuk mengangkat beban berat dan posisi yang tidak nyaman.

Untuk semua orang maka perlu menjaga berat badan ideal karena jika berat badan berlebih maka akan memiliki resiko memiliki gangguan saraf begitu tinggi dibandingkan dengan berat badan ideal. Dokter spesialis Saraf di Tangerang juga sebaiknya memerlukan asupan vitamin B tetap tercukupi karena memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan saraf. Untuk penderita penyakit diabetes maupun penyakit ginjal maka dapat mengonsumsi vitamin B1, B6 maupun B12.

News Feed